iklantv indonesia 2022iklan tv indonesiaiklan televisi indonesiacommercial breakcommercial break televisicommercial break televisi indonesiacommercial break
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. kita sering mendengar kalimat ini di media-media seperti koran,majalah, dan televisi. kalimat ini biasa dipakai dalam periklanan makanan, seperti indomie dan kecap. sepintas kalimat ini cukup sederhana 'soal rasa tak pernah bohong', jelas!, soal rasa makanan tak pernah bohong baik enak ataupun tidak, akan terungkap dengan sendirinya, sadar atau tak sadar lidah tak akan mengelak kecuali kata-kata, karena ada slogan yang mengatakan bahwa 'sekejap di bibir saja' ini yang biasa teman-teman mahasiswa gunakan untuk mengkritik politisi yang hanya sekadar janji-janji palsu di dalam pemilu. kembali pada persoalan makanan, berbicara soal makan, siapa sih yang tidak mau makan?. jelas!, semua orang mau makan yang penting halal, menurut perspektif agama, kuluu halalan thoyyiban makanlah sekalian yang halal lagi baik kecuali dalam keadaaan terpaksa dalam peperangan gerilya, tak ada yang bisa dimakan secara halal, begitu bijaknya agama dalam membimbing kita untuk tetap bertahan hidup dan ini berarti Allah swt masih menyayangi kita sebagai umatnya bukan membencimu karena memakan babi yang tak halal itu tetapi kau sedang berada dalam fisabilillah, itulah hebatnya agama kawan. seorang humanis katakan bahwa agama itu ada dua, agama langit dan agama dunia. agama langit memiliki satu Tuhan,yaitu Tuhan yang membicarakan kejadian alam lewat mukjizat-mukjizat dan ayat-ayat-NYa tanpa ada campur tangan langsung , sedangkan agama dunia memiliki dua tuhan, yaitu Tuhan alam dan Tuhan filsafat, sederhananya, kedua Tuhan ini sama-sama berbicara tentang kosmologi pengetahuan yang sangat prinsipil karena mereka humanis menganggap tidak ada campur tangan Tuhan agama dalam peristiwa alam melainkan hamba tuhan alam atau Tuhan filsafat yang berkeyakinan pada 'akal'. menarik, jadi memang kita selalu hidup dengan penuh makna, mulai dari makan sampai hal yang tidak kita kerjakan pun punya makna tersendiri, menurut seorang pakar hermeneutik mengatakan bahwa kecenderungan manusia adalah membentuk makna-makna baru dalam kehidupannya bacahermeneutik.MAKNA FILOSOFIS'soal rasa tak pernah bohong'. penulis teringat dengan film indonesia yang bercerita tentang negeri indonesia yang katanya kaya raya alamnya tetapi tidak mampu mensejahterakan rakyatnya, terutama dalam bidang pendidikan. film itu berjudul 'kata orang tanah ini tanah syurga', singkatnya bahwa negeri ini memang syurga bagi mereka orang asing yang miskin. penulis sangat sepakat tentang cerita film tersebut, negeri kita ini memang negeri syurga, hampir semua yang ada di seantero dunia ini kita miliki kecuali hewan pinguin karena kita bukan negara kutub tetapi negara bersuhu tropis. kita punya keragaman suku dan budaya, keragaman bahasa dan pola kehidupan, keragaman agama dan pemikiran, dan pastinya keragaman makanan dan kembali pada kalimat iklan diatas biar lebih pasaran, dalam perspektif tataboga, secara ontologis rasa adalah hasil dari indra perasa lidah yang ada pada saat bertemunya makanan atau apa saja dengan lidah. jadi, rasa ini tidak akan bisa hilang walaupun sudah tercuci oleh pepsodent karena dia akan tetap menjadi kesan dalam sarapan kita baik manis, pahit, kecut atau apa saja. rasa manis, pahit, kecut pada makanan memiliki makna filosfis tersendiri, jika kita jalan-jalan ke warung untuk sarapan, maka ada banyak rasa. dan kalau makanan di warung itu enak maka akan ada kesan untuk datang kembali karena enaknya yang membuat anda harus datang, dan jangan salah, setiap yang enak itu akan terasa damainya karena kenikmatannya, ini memaknakan bahwa jikalau kita berbuat sesuatu yang baik kepada orang lain maka akan ada kesan untuk dia harus datang kepadamu, begitupula sebaliknya jikalau makanan di warung itu tidak enak maka akan ada kesan bahwa anda tidak akan datang untuk kedua kalinya, begitupula ketika kita berbuat sesuatu yang tidak baik terhadap orang lain maka jangan harap orang itu akan datang untuk menemui kamu untuk kedua kalinya kecuali dia punya kepentingan denganmu. sederhanyanya bahwa, hidup ini harus berperasaan karena setiap orang kita temui bukanlah patung yang bernyawa melainkan orang yang berperasaan. menurut imanuel kant, bahwa manusia itu cenderung menilai sesuatu yang bernilai dan menghargai sesuatu yang tak ada indahnya hidup ini, jika pemimpin bangsa ini memahami hal-hal kecil seperti diatas tetapi memberi pengaruh yang luar biasa, menurut pakar komunikasi mengatakan bahwa komunikasi yang berdasarkan kesadaran rasa maka dia akan menikmati syurganya dunia strategi komunikasi.INDOMIE SELERAKUsiapa sih yang tidak kenal dengan makanan khas mahasiswa, INDOMIE? harganya sangat murah dan sangat mudah dimasak tinggal ditambah ekstra-bumbu dan yang paling biasa dibuat adalah INTER indomie telur, maknyoss frend!!. indomie termasuk fast-food, artinya makanan siap saji, tinggal seduh air panas, tunggu 3 menit, siap disajikan. 3 menit itu adalah waktu yang relatif singkat dan sangat membantu dikala perut 'berdemonstrasi', siapkan mie 'demo' perut pun hilang. sama halnya dengan mahasiswa yang berdemo tetapi ditunggangi oleh kepentingan politis, berdemo sekian jam, siapkan amplop demo pun bubar tanpa sebab. bisa jadi aksi itu karena mencari sebungkus indomie?!, di-mubahkan saja, wong itu uang rakyat kok!!!.masih berbicara tentang indomie, entah mahasiswa itu kaya ataupun miskin tetapi mereka tidak akan melewatkan indomie sebagai fast-food di saat jam free -study di kampus. banyak kita temukan mahasiswa di kampus-kampus mengonsumsi indomie sebagai 'pengganjal perut' atau sarapan sekaligus, ini menandakan tingkat konsumerisme indomie meningkat sangat signifikan, bayangkan jikalau dalam 1 fakultas terdapat kurang lebih mahasiswa dan yang mengonsumsi sekitar 500 orang/hari, harga per mangkok indomie biasa terhitung maka keuntungan mace'/pace' dalam per harinya adalah dalam per minggu keuntungan menjadi Rp jadi per bulan pace'/mace' akan mendapatkan keuntungan ini pun belum terhitung dengan telur,gorengan, dan ketupatnya. luar biasa kan, cerdas juga ini pace'/mace' yah?!, kreaktif, mereka sudah bisa beli AVANSA paling tinggi suzuki lah. perspektif publik relations strategy, indomie terjual secara signifikan karena disamping iklannya yang trend, juga harganya yang relatif murah sehingga banyak mahasiswa dikalangan mana saja menikmati indomie sebagai fast-food. disisi lain, indomie juga telah mencetak beberapa aktivis kampus, seperti Anas, mahfud MD, dkk. begitu pula sahabat-sahabat ini, adalah cetakan indomie, pedisnya menantang, rasanya mahasiswa saat ini ibarat slogan yang biasa penulis pakai di kampus, yang penulis juga dengar dari senior, bahwa “life without friend like noodle wothout eggs”, artinya kehidupan tanpa sahabat ibarat indomie tanpa telur. Indomie.... seeleraku!!!Wallahul muaffieq ilaa aqwamit thorieq. Lihat Filsafat Selengkapnya
rrOoxA.
  • iomj4ab2b1.pages.dev/204
  • iomj4ab2b1.pages.dev/422
  • iomj4ab2b1.pages.dev/59
  • iomj4ab2b1.pages.dev/362
  • iomj4ab2b1.pages.dev/344
  • iomj4ab2b1.pages.dev/301
  • iomj4ab2b1.pages.dev/199
  • iomj4ab2b1.pages.dev/279
  • iklan karena rasa tak pernah bohong